Main Page

From Test Wiki
Jump to: navigation, search

Kronologi Lengkap Penangkapan Setya Novanto

Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK) mengeluarkan surat penangkapan Setya Novanto terkait kasus korupsi Mega Proyek e-KTP. Surat penangkapan tersebut juga dibuat karena Novanto tidak pernah menghadiri 11 �panggilan pemeriksaan yang diberikan Tim Penyidik KPK.

Rencana penangkapan Setya Novanto semakin terbukti kebenarannya dengan banyaknya jumlah polisi yang terlihat berjaga di depan Gedung KPK. Terdapat ratusan anggota brimob dan Sabhara yang berjaga di depan Gedung KPK pada malam hari itu.

Padahal, penjagaan seperti itu biasanya hanya dilakukan pada pagi hingga sore hari atau saat demo sedang berlangsung.

Proses penjemputan atau penangkapan Setya Novanto

Rencana penangkapan paksa Setyo Novanto terbukti benar dengan tibanya Tim Penyidik KPK pada kediaman Ketua DPR yang terletak di jalan Wijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Hari Rabu sekitar pukul 21:40.

Dengan kawalan 12 polisi dari satuan Brimob, Tim Penyidik KPK langsung berangkat menuju ketua umum partai Golkar itu. Terdapat lima buah mobil Toyota Innova yang digunakan untuk membawa para penyidik KPK tersebut ke rumah Setya Novanto.

Sayangnya, ketika sampai di rumah Novanto, Tim Penyidik KPK tidak diizinkan untuk masuk. Mereka disuruh menunggu di luar untuk sementara waktu sampai Setya Novanto dan pengacaranya keluar.

Pada saat itu, terlihat juga beberapa politisi partai Golkar yang terlihat, diantaranya terdapat Aziz Syamsudin. Aziz juga tidak berita terbaru diperbolehkan masuk dan diminta untuk menunggu diluar gerbang.

Selang beberapa lama, barulah tim penyidik diperbolehkan untuk masuk ke dalam rumah Novanto. Sayangnya, kabar mengejutkan datang dari mulut Mahyudin, yang menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan partai Golongan karya. Beliau mengatakan kepada wartawan bahwa Setya Novanto tidak berada di dalam rumah.

Sehingga sampai saat ini, Novanto yang terjerat kasus korupsi mega proyek e-KTP tidak diketahui keberadaannya. Setya Novanto dikhawatirkan berhasil meloloskan diri karena sudah mengetahui rencana penangkapan dirinya terlebih dahulu.

Tim Penyidik baru keluar dari rumah Novanto pada hari Kamis sekitar pukul 02:43, setelah melakukan penyelidikan selama 5 jam. Mereka keluar dengan membawa 3 buah tas, 1 koper biru dan 1 decoder CCTV.

Saat ditanya mengenai penyelidikan yang mereka lakukan di dalam, tim penyidik KPK sama sekali tidak memberikan jawaban dan terus berjalan menuju mobil masing-masing. Mereka enggan menjawab berbagai pertanyaan yang dilontarkan awak media.

Mereka meninggalkan kediaman Novanto dengan menggunakan 10 mobil Toyota Innova, sekitar pukul 03:15.

Mengapa KPK sampai menjalankan proses penangkapan Setya novanto tersebut?

Dalam kasus e-KTP, Setya Novanto bersama beberapa pihak diduga melakukan tindakan yang menguntungkan diri sendiri, orang lain atau korporasi tertentu.

Sejumlah pihak Tersebut adalah Anang Sugiana selaku Direktur utama PT. Quadra Solution, Seorang pengusaha bernama Andi Naragong, serta dua orang mantan pejabat Kemendagri yang bernama Irman dan Sugiharto.

Setya Novanto juga diduga telah menyalahgunakan wewenang serta jabatnya sebagai ketua Partai Golkar.

Akibat perbuatannya bersama sejumlah pihak tersebut, Negara didugara menderita kerugian hingga 2,3 triliun rupiah pada proyek senilai 5,6 Triliun tersebut.

KPK minta Setya Novanto Menyerahkan Diri

Meski kedatangan tim penyidik KPK ke rumah Novanto sudah tersebar, ternyata KPK belum memberikan pernyataan resmi sedikipun sampai saat ini. Barulah pada hari Rabu tepatnya saat tengah malam, Juru Bicara KPK yang bernama Febri Diansyah menyampaikan pernyataan tertulis agar Setya Novanto Menyerah diri.

� Karena ada keperluan penyidikan, maka KPK menerbitkan surat perintah penangkapan terhadap Setya Novanto terkait dugaan tidak pidana Korupsi KTP Elektrik�, kata Febri di Gedung KPL, Kuningan,Jakarta pada hari kamis(15-11-2017).